DiDzolimi KetidakTahuan

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada saat ba’da isya menjelang taraweh, dimasjid tempat biasa aku sholat, seorang ustadz berkhutbah yang isinya tentang zakat, diselingi khutbahnya ia berbicara sesungguhnya orang yang kaya adalah orang yang bisa menutupi Kekurangan mereka, orang yang tidak menceritakan kekurangan mereka. Mendengar hal ini hatiku terenyuh sakit, malu, perih dengan keadaanku, aku yang masih diberi rizki oleh Allah SWT kadang masih terucap kurang…kurang ….dan kurang.

Aku bekerja disalah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang keuangan syariah, aku sebagai staff IT walaupun pada saat tes masuk aku lebih sering mendapatkan soal-soal akuntansi, Jadi sekarang aku telah bekerja sebagai seorang staff IT akuntansi yang bertugas menjadi Implementator dan tukang service untuk klien perusaan itu.

Bulan –bulan pertama aku sangat menikmati pekerjaan ini karena bagiku ini sangat menantang, tugas pertamaku me-maintenance klien perusahaanku yang ada diwilayah Jakarta dan pada bulan berikutnya aku mulai diajak keluar daerah walaupun pada akhirnya aku merasakan ketidak cocokan pada pekerjaan ini. Bulan-bulan dilapanganku diselingi pembelajaran dari atasanku yang sangat cerewet untuk seorang lelaki. Belum lagi benturan-benturan dari atasanku yang lain.

Pada bulan berikutnya aku mulai merasakan gejala badanku yag sering meriang dbarengi dengan sakit perut walaupun keadaan seperti ini pernah aku alami pada bulan bulan sebelumnya namun tidak seseing ini, aku coba berobat dan menurut diagnosa dokter berdasarkan hasil rontgen aku mengalami sakit usus buntu yang sudah kronis, dokter menyarankan aku untuk dioperasi namun aku putuskan untuk menunda karena untuk biaya operasi ini membutuhkan biaya yang lumayan buatku,akhirnya aku minta kepada dokter untuk perawatan dengan obat saja dulu.

Sebulan sudah aku menjalani berobat jalan namun yang aku rasakan sakit diperutku juga tidak hilang, aku mulai mencoba mencari artikel tentang penyakit usus buntu ini, Hampir semua artikel yang aku baca jatuh pada meja operasi , karena dilihat bahaya-bahaya yang timbul seandainya terjadi usus buntu akut yang menakibatkan pecahnya usus buntu dan meracuni seluruh perut.

Akhirnya aku beranikan konsultasi lagi dengan Dr. Tedy Dokter spesialis penyakit dalam dan ia menyarankan lebih baik operasi. Konsultasi lewat telpon dengan dokter lakshmi pun seorang dokter penyakit bedah menyarankan operasi. Akhirnya aku putuskan untuk operasi masalah dana urusan nanti.

Aku teringat kantorku tempat bekerja akan mengganti biaya kesehatan karyawannya sebesar 90 % apabila ada karyawannya atau anggota keluarganya yang sakit. Aku juga teringat ketika anakku sakit perusahaan tersebut mengganti 90 % biaya pengobatan anakku. Hal ini aku ketahui dari atasanku.

Tibalah saat operasi, aku dioperasi pada bulan ramadhan tahun ini yaitu 1429 H. bermodalkan nama kakakku untuk dijadikan jaminan agar aku bisa masuk perawatan dan operasi akhinrnya aku dioperasi juga, oh iya … kakakku itu adalah pegawai koperasi Rumah sakit tempat aku dioperasi. Namun relasi dengan pegaawai rumah sakit aku akui begitu bagus dan baik mungkin hal itulah yang membuatnya mudah menjadikan dirinya jaminan untuk operasiku… makasih mas.

Tibalah saat administrasi rumah sakit yang harus aku lunasi. Aku bingung duit dari mana untuk membayar ini walaupun aku tahu nanti akan diganti 90 % oleh perusahaanku, akhirnya aku mendapatkan pinjaman sebesar 3 juta rupiah, dengan perasaan senang akhirnya aku keluar dari rumah sakit dengan beresnya semua administrasi.

Seminggu kemudian aku masuk kantor dan memberikan semua kwitansi pengobatan untuk mendapatkan penggantian yang merupakan hak ku sebagai karyawan. Namun apadaya ternyata kuota biaya pengobatanku tidak mencukupi untuk penggantian 90 % biaya pengobatan, aku tidak mengerti, aku dijelaskan kuota untuk biaya pengobatan hanya 2 juta pertahun, sedangkan kuota pengobatanku sudah terpakai waktu anakku sakit dan biaya pengobatan awalku, aku sempat emosi…… namun aku berhasil menahannya, kenapa aku tidak diberitahu sebelumnya kalau ada kuota biaya pengobatan, aku tidak akan emosi seandainya aku tahu ada kuota itu. aku merasa dizolimi….aku merasa dizolimi.

Akhirnya aku mendapatkan kabar kalau biaya penggantian sudah di transfer. Aku mulai menghitung, darimana aku mendapat sisanya untuk membayar hutang ini, aku hitung-hitung oh… ternyata gajiku + THR+biaya penggantian cukup untuk membayar hutang 3 Juta itu.aku merasa lega dan bisa sedikit tersenyum.

Namun Tiba-tba aku teringat sebentar lagi Hari Raya, aku teringat tahun kemarin aku tak bisa memberikan istriku yang terbaik untuk dipakai di hari raya, hatiku semakin terenyuh ketika aku ingat anakku yang baru berusia 2 tahun itu memegang sebuah baju muslim dengan berkata Pa…Pa… baju takep pake jibab. Aku sedih, hatiku menangis aku hanya bisa mengadu kepada Allah, aku hanya bisa bercerita kepada Allah.

Anakku Istriku Aku akan berikan yang terbaik untuk kalian berdua di hari kemenangan kita nanti. Kita sama-sama rayakan kemenangan kita. amin</p

  1. #1 by Neal Seivert on March 5, 2010 - 1:33 am

    You not going to believe this but I have lost all day searching for some articles about this. I wish I knew of this site earlier, it was a fantastic read and really helped me out. Have a good one

  2. #2 by abumie on September 27, 2012 - 3:16 am

    thanks bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: