Kekurangan Vitamin A Bisa Sebabkan Kebutaan

 

Banyak orang tua yang sepertinya menganggap enteng kecukupan vitamin A pada bayi atau balitanya. Padahal, vitamin satu ini sangat banyak gunanya. Kekurangan vitamin A bahkan bisa membuat buta lho.

KLIK - Detail Bulan Agustus adalah bulan penting bagi Anda yang mempunyai bayi dan balita. Kenapa? Di bulan tersebut, diberikan vitamin A cuma-cuma pada bayi dan balita. Selain bulan Agustus, pemberian vitamin A secara cuma-cuma juga dilakukan pada bulan Februari. Tentu, hari-hari ini Anda bisa lihat di sudut-sudut Puskesmas dan Posyandu spanduk bertuliskan, “Mataku Sehat, Tubuhku Kuat karena Kapsul Vitamin A.”

Kenapa vitamin A begitu penting, khususnya bagi anak dan balita? Bicara mengenai vitamin A, tentu tak lepas dari mata dan pencegahan terhadap kebutaan. Itu anggapan sebagian besar orang awam. Namun, ternyata persoalannya tidaklah sesempit itu. Berdasar penelitian Hellen Keller International (HKI), ada fungsi lain yang lebih penting, yakni menurunkan angka kematian dan angka kesakitan. Dengan kata lain, tingkat kematian anak-anak yang cukup vitamin A, 25 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang kekurangan vitamin satu ini.

MELANCARKAN METABOLISME
Apa sebetulnya vitamin A? “Vitamin adalah salah satu jenis gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, tetapi mempunyai peranan yang vital,” kata Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, ahli gizi dari IPB. Fungsi utama vitamin adalah sebagai zat pengatur. Maksudnya, dengan mengonsumsi vitamin yang cukup, maka proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh akan berjalan dengan lancar.

Vitamin A sendiri adalah vitamin larut lemak yang pertama kali ditemukan. Vitamin larut lemak lainnya antara lain vitamin D, E, dan K. Ilmuwan Amerika, McCollum dan Davis, adalah dua orang yang pertama kali menemukan vitamin A tahun 1913. “Awalnya, mereka mengamati dan mencari tahu penyebab hewan menjadi tidak sehat dan terganggu pertumbuhannya,” terang Ali. Ternyata, diketahui bahwa konsumsi pakan hewan tersebut kurang mengandung lemak.

Beberapa waktu kemudian, hewan tersebut mengalami radang mata. “Pemberian pakan yang mengandung mentega pun kemudian dilakukan, sampai hewan itu sembuh,” jelas Ali seraya menyebutkan kandungan vitamin A yang ada di mentega itulah yang bisa menolong hewan ini.

Beberapa tahun kemudian, di tahun 1924, ilmuwan Denmark, Bloch, semakin menegaskan pentingnya vitamin A. “Waktu itu Bloch menemukan bahwa xerophthalmia (gangguan kesehatan mata) pada anak ternyata dapat dicegah dengan konsumsi mentega atau minyak hati ikan.”

SAYURAN HIJAU TUA
Seperti vitamin lainnya, vitamin A bisa diperoleh dari mana saja. Menurut Ali, sumber termudah yang bisa diperoleh adalah dari sayuran berwarna hijau tua. “Ini karena di dalamnya banyak mengandung provitamin A (betakaroten),” ungkap guru besar IPB ini. Tubuh akan mengubah pro-vitamin A menjadi vitamin A. “Satu molekul betakaroten dapat diubah menjadi dua molekul vitamin A.” Betakaroten banyak terdapat pada bayam, wortel, ubi jalar dan buah-buahan berwarna kuning jingga.

Adapun sumber lain yang berasal dari hewan sering disebut preformed vitamin A. Bentuk preformed vitamin A antara lain hati, ginjal, mentega, margarin yang difortifikasi (penambahan zat tertentu pada makanan misal vitamin A), kuning telur, susu, dan keju.

“Kandungan vitamin A dalam beberapa pangan itu berbeda-beda,” jelas Ali. Misalnya 100 gram hati mengandung 43.900 IU (International Unit) vitamin A, 1 batang wortel sama dengan 11.000 IU, dan seterusnya. Sementara kandungan vitamin A dari hewan (preformed vitamin A), antara lain 100 gram kepiting mengandung 2.170 IU, sebutir kuning telur mengandung 580 IU, dan sebagainya.

TAHAN PANAS
Vitamin A sangat erat kaitannya dengan mata, ini pasti sudah banyak yang tahu. “Ya, vitamin A sangat penting untuk membantu integritas retina mata.” Kekurangan vitamin A akan menyebabkan mata tidak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk ke dalam retina. Sebagai konsekuensi awal, terjadilah buta senja, yaitu mata sulit melihat di kala senja.

Guna vitamin A lain adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan kerangka dan jaringan tubuh. “Sebab vitamin A membantu sintesis protein tubuh dan diferensiasi sel-sel tulang (memperbaiki proses pembuatan tulang),” tegas Ali.Vitamin A juga berfungsi sebagai vitamin anti-infeksi, karena dapat mempertahankan integritas membran mucous (supaya sel-sel di dalam tubuh khususnya mata tidak mudah rapuh).
Karena itu, kekurangan vitamin A juga bisa menyebabkan meningkatnya kerentanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus. Dengan kata lain, tanpa vitamin A, sistem pertahanan tubuh akan hilang, sehingga tubuh akan mudah terserang penyakit.

Saat ini, secara klinis, Indonesia dinyatakan sudah bebas dari masalah vitamin A. “Sedangkan dari sisi konsumsi vitamin A, kita masih dianggap kurang,” kata Ali. Karenanya, pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi di posyandu-posyandu merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah kekurangan vitamin A pada anak-anak.

Memang, anak-anak khususnya bayi dan balita merupakan pondasi dari lingkup yang luas, yaitu penduduk. “Padahal, kita punya masalah dengan anak-anak, karena seringkali mereka tidak mau makan sayuran, sehingga rentan terhadap kekurangan vitamin A,” keluh Ali. Untuk menangani hal tersebut, orang tua bisa memberikan vitamin A hewani. “Perlu diketahui, konsumsi sayuran memberikan manfaat vitamin A sepertiga dibandingkan konsumsi pangan hewani,” jelas Ali.

Saran Ali, jangan ragu-ragu memasak sumber vitamin A. “Vitamin A ataupun betakaroten termasuk vitamin yang relatif tahan panas, tidak seperti vitamin C atau B. Karena itu, sekalipun dimasak, kandungan vitamin A-nya tetap tinggi,” himbau Ali.

BOLA MATA MENGECIL
Anak dan bayi yang kekurangan vitamin A bisa menderita xerophthalmia scars. “Awalnya dari rabun senja dulu. Baru setelah itu, terjadi perubahan fisik di mata, mulai dari bagian putih mata yang kering dan kusam (xerosis conjuntiva), lalu berkerut yang tampak seperti busa sabun, dan setelah itu menjalar ke bagian hitam mata yang terlihat kering, kusam dan tak bersinar (xerosis cornea),” ujar Riza.

Proses rusaknya mata di atas belum mengakibatkan kebutaan. “Jika jumlah vitamin A tidak tercukupi juga, maka dalam beberapa hari akan berlanjut ke xeratomalasia (bagian hitam mata luka).” Setelah itu, luka membesar hingga seluruh bagian hitam mata menyerupai bubur. Dan yang terparah adalah mengecil atau mengempisnya bola mata. “Ini yang disebut dengan xerophthalmia scars.”

Di ketiga tahap akhir tersebut penderita telah mengalami kebutaan. “Tapi jika baru tahap xerosis cornea, masih bisa disembuhkan dengan memberikan vitamin A sesuai umur.” Dosisnya, bayi di bawah 5 bulan : 1/2 kapsul biru, bayi usia 6-11 bulan : 1 kapsul biru, dan anak usia 12-59 bulan : 1 kapsul merah selama 2 minggu. Bagaimana pun, mencegah jauh lebih baik ketimbang menyembuhkan. “Akan lebih baik lagi kalau konsumsi vitamin A dari sumber-sumber alami sudah mencukupi.”

JIKA KERACUNAN VITAMIN A
Siapapun pasti bergidik membayangkan dirinya keracunan. Apalagi, jika niat awalnya adalah positif, yakni untuk memperoleh hasil maksimal. Misalnya, karena ingin meningkatkan kekebalan tubuh, kita kemudian mengonsumsi vitamin A melebihi dosis yang dibutuhkan. Akibatnya malah kita keracunan A. Inilah yang disebut hipervitaminosis. “Hipervitaminosis dapat terjadi pada orang dewasa yang mengonsumsi 50.000 IU vitamin A setiap hari selama beberapa tahun,” terang Ali Khomsan.

Namun, ternyata tak hanya orang dewasa yang bisa terkena hipervitaminosis. “Anak-anak pun bisa mengalami jika mereka mengonsumsi 25.000 IU setiap hari, terus-menerus,” lanjut Ali. Sebagai pembanding, saat ini Posyandu dan Puskesmas memberikan 200.000 IU setiap enam bulan sekali. “Tanda-tanda keracunan vitamin A antara lain mengantuk, muntah, nyeri tulang, kulit kering, kuku rapuh, rambut rontok, mudah terusik, kelelahan, dan hilang nafsu makan.”

KAPSUL VITAMIN A
Vitamin A kini juga tersedia dalam bentuk kapsul. “Indonesia beruntung memiliki pabrik yang bisa membuatnya. Di negara lain jarang ada, lho,” cetus Riza Adirza, SKM, Vitamin A Program Assistant dari Hellen Keller Indonesia. Selain itu, karakteristik vitamin A yang tidak ada rasa dan tidak berbau membuat kapsul yang memiliki 2 jenis warna, merah dan biru ini aman diberikan pada bayi dan balita.

Angka kecukupan vitamin A untuk bayi dan balita adalah:
– bayi < 1 tahun : setidaknya memperoleh vitamin A sebanyak 375 RE (retinol equivalent/satuan unit dari Vitamin A),
– bayi usia 1-3 tahun : 400 RE
– bayi usia 4-6 tahun : 500 RE.

Bagi ibu hamil, di 6 bulan pertama setidaknya memperoleh vitamin A sebanyak 1300 RE dan 1200 RE di 3 bulan terakhir. Sementara wanita dan laki-laki dewasa membutuhkan vitamin A sebanyak 800 RE dan 1000 RE.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: