Archive for category Umum

Teruskan Cintamu Kepada Indonesia demi Kesejahteraan Anak-Cucumu

rinsip dasar yang harus dimiliki setiap orang dalam mengelola semua urusan adalah menyadari terlebih dahulu bahwa pertama-tama dia adalah manusia, kedua abdullah atau hamba Allah, dan ketiga adalah khalifatullah alias pengelola urusan. Sebelum seseorang layak mendapat amanat sebagai pengurus kehidupan, maka terlebih dahulu dia harus menjadi manusia yang bagus kemanusiaannya dan kemudian sungguh-sungguh menjadi hamba Allah yang memiliki hubungan dan sikap yang benar kepada Allah. Begitulah inti paparan Cak Nun mengawali uraian pengajian rutin Gambang Syafaat di pelataran Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang 25 Mei 2007 lalu yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman (Ikamaba).

Cak Nun juga mengajak para jamaah untuk menarik pelajaran dari setiap kejadian-kejadian yang menimpa bangsa Indonesia. “Apakah anda menyangka akan terjadi gempa (27 Mei 2006)? Apakah anda pernah menyangka akan terjadi gempa dan tsunami di Aceh? Apakah kejadian-kejadian yang terjadi selama ini sudah anda sangka dan duga sebelumnya?” tanya Cak Nun kepada hadirin. “Karena itu mengapa kita harus mengandalkan sangkaan-sangkaan?” tanya Cak Nun penuh nada reflektif. Read the rest of this entry »

2 Comments

Guru yang Baik Adalah Murid Sepanjang Masa

       
 
 

“Saya bangga bertemu guru-guru karena dua alasan. Pertama, saya bertemu dengan manusia tangguh. Kalau tidak seperti Anda ketangguhannya, bisa rusak 100 kali lipat dunia pendidikan kita. Kedua, elek-elek’o saya ini juga orang pendidikan. Elek-elek’o saya ini juga bisa disebut guru. Tetapi Anda lebih baik dari saya, karena riwayat pendidikan saya tidak jelas. SMA diluluskan secara politis, S1 saya tidak lulus,” begitu Cak Nun mengawali uraiannya di depan para guru peserta pelatihan dalam rangka program CSR Telkom-Republika dengan tajuk Bangun Kecerdasan Bangsa “Bagimu Guru Kupersembahkan”, bertempat di Kantor Telkom Yogyakarta, 22 Juni 2007.

Kesempatan bertemu para guru itu rupanya betul-betul dimanfaatkan Cak Nun untuk membongkar paradigma per-guru-an di Indonesia. Cak Nun menceritakan bahwa dalam hidup ini banyak hal yang tidak logis. “Bagaimana bisa saya yang tidak lulus sekolah diminta ceramah di depan guru-guru. Ini salah satu ketidaklogisan,” ujarnya. Karena banyak yang tak logis, maka Cak Nun mengajak guru-guru untuk tidak terjebak atau hanya bergantung pada pemikiran logis (linear). Ada empat cara berpikir, lanjut Cak Nun, yaitu berpikir linear, zigzag, oval, dan siklikal.

Cara berpikir linear adalah 5+5=10, tidak punya uang stres, ada uang tidak stres. Sementara orang yang berpikir zigzag selalu menemukan bahwa tidak ada yang tidak manfaat. Cara berpikir zigzag yang sudah meningkat membawanya pada kualitas cara berpikir oval, dan pada puncaknya lahirlah pemikiran siklikal. “Jadi, temukan bahwa menjadi guru itu pasti lebih baik.”

Lebih jauh lagi Cak Nun bertanya, “Anda menjadi guru itu karena siapa?” Ada yang menjawab, “Karena diri sendiri.” Spontan Cak Nun mengatakan, “Itulah masalahnya.” Lantas Cak Nun mengibaratkan bahwa jika kita pergi ke Jakarta atas perintah juragan kita untuk menyampaikan titipan kepada seseorang di sana, maka si juragan akan menyiapkan fasilitas dan segala yang dibutuhkan, kalau ada apa-apa dia pula yang bertanggungjawab. Lain jika kita pergi ke sana karena keinginan kita sendiri, semuanya kita tanggung sendiri. “Maka kalau Anda menjadi guru karena diri Anda sendiri, ya Anda yang harus menanggung diri Anda sendiri, tetapi jika Anda menjadi guru karena Allah, Allahlah yang bertanggungjawab pada diri Anda.” Read the rest of this entry »

4 Comments

Tips Memilih Minyak Goreng

 


 

1. Biasakan membaca label dengan teliti! Hindari produk pangan yang mengadung lemak terlalu tinggi, dan terutama lemak atau minyak jenuh dan terhidrogenasi (hydrogenated oil).

2. Simpanlah minyak goreng atau lemak pada tempat yang sejuk dan gelap. Perlu diingat, panas dan cahaya mempercepat proses kerusakan minyak dan lemak. Untuk itu, Anda dapat menyimpan minyak atau lemak di lemari es, tetapi jangan kaget jika minyak atau lemak yang Anda simpan tersebut berubah menjadi berkabut dan akhirnya padat. Hal ini tidak apa-apa. Jika mau digunakan, biarkan beberapa saat di suhu kamar, maka minyak tersebut akan kembali mencair dan menjadi bening.

3. Jangan tambah lagi minyak dalam diet Anda. Kemungkinannya adalah bahwa Anda telah memperoleh cukup lemak dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Kalau memungkinkan, gunakan jenis-jenis minyak seperti minyak olive, minyak canola, minyak bunga matahari ditambahkan dengan asam cuka atau jus jeruk lemon. Tambahkan bawang putih segar dan rempah-rempah lain sesuai dengan selesar dan kesukaan Anda.

4. Jika Anda temukan resep yang menyatakan memerlukan mentega keras atau minyak sapi, maka usahakankan untuk menggantikannya dengan minyak olein sawit, atau bahkan minyak kanola, atau minyak biji bunga matahari. Selain berusaha menggantikan dengan jenis minyak/lemak yang lebih tidak jenuh, maka usahakan pula untuk mengurangi takarannya. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Humor Daerah Sumatra


Tidak bermaksud untuk menghina satu suku tertentu…just joke..Horas…

Pada jaman dahulu kala, hiduplah serorang pendekar wanita, Butet namanya. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.

Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat.

Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.

Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang dengan Batubara membutanya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan, kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa diantaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Kentut Dilihat Dari Sisi Ilmiah


1. Darimana asal kentut?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan,gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

2. Apa komposisi kentut?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.

3. Kenapa kentut berbau busuk?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.